Social Items


Ada pemandangan aneh di Tabuk, Arab Saudi.
Kota yang dekat dengan perbatasan yordania-Arab Saudi ini biasanya kering kerontang. Namun, kini tengah diselimuti salju. Semua lanskap di sana jadi serba putih.
Diberitakan ABC News, Tabuk saat ini menjadi daerah terdingin di Arab Saudi. Suhunya mencapai 4 derajat Celsius.
"Badai dahsyat terlacak dari Eropa Selatan dan Mediterania ke Timur Tengah pekan lalu. Hal ini membawa udara dingin di Tabuk dan mengakibatkan salju turun," jelas ahli meteorologi senior AccuWeather Eric Leister.

Dari banyak video yang beredar di jagat maya, tampak unta-unta berjalan di tengah salju, bukannya pasir. Penduduk setempat pun banyak yang bermain salju.


Salju memang jarang terjadi di Arab Saudi. Namun, fenomena ini tak sepenuhnya tidak biasa.
Pada April 2019, negara tersebut juga pernah diberitakan mengalami salju.

Pada tahun ini, salju menyebabkan penduduk Tabuk kesulitan beraktivitas. Namun, badai paling parah menghantam bagian lain di Timur Tengah.

Sementara di daerah timur seperti Uni Emirat Arab, dilanda hujan deras yang menyebabkan wilayah Dubai dan Sharjah banjir.
"Sistem badai ini bergerak ke arah timur sehingga menyebabkan banjir mematikan dan salju lebat," kata Leister.

Baru-baru ini, longsoroan salju musim dingin telah menewaskan sedikitnya 69 orang di Kashmir, Pakistan, dan India.
Di Pakistan, setidaknya 53 rumah hancur total akibat longsoran salju. Tim penyelamat sudah menyelamatkan 50 orang dari tumpukan salju itu.
Selain itu, salju dingin yang sangat lebat juga menyebabkan kematian 39 orang di enam provinsi Afghanistan dalam dua minggu terakhir.

Sumber: ABC News

Kota Arab Saudi Mendadak Diselimuti Salju, Fenomena Apakah Ini?

Newsral.com

Ada pemandangan aneh di Tabuk, Arab Saudi.
Kota yang dekat dengan perbatasan yordania-Arab Saudi ini biasanya kering kerontang. Namun, kini tengah diselimuti salju. Semua lanskap di sana jadi serba putih.
Diberitakan ABC News, Tabuk saat ini menjadi daerah terdingin di Arab Saudi. Suhunya mencapai 4 derajat Celsius.
"Badai dahsyat terlacak dari Eropa Selatan dan Mediterania ke Timur Tengah pekan lalu. Hal ini membawa udara dingin di Tabuk dan mengakibatkan salju turun," jelas ahli meteorologi senior AccuWeather Eric Leister.

Dari banyak video yang beredar di jagat maya, tampak unta-unta berjalan di tengah salju, bukannya pasir. Penduduk setempat pun banyak yang bermain salju.


Salju memang jarang terjadi di Arab Saudi. Namun, fenomena ini tak sepenuhnya tidak biasa.
Pada April 2019, negara tersebut juga pernah diberitakan mengalami salju.

Pada tahun ini, salju menyebabkan penduduk Tabuk kesulitan beraktivitas. Namun, badai paling parah menghantam bagian lain di Timur Tengah.

Sementara di daerah timur seperti Uni Emirat Arab, dilanda hujan deras yang menyebabkan wilayah Dubai dan Sharjah banjir.
"Sistem badai ini bergerak ke arah timur sehingga menyebabkan banjir mematikan dan salju lebat," kata Leister.

Baru-baru ini, longsoroan salju musim dingin telah menewaskan sedikitnya 69 orang di Kashmir, Pakistan, dan India.
Di Pakistan, setidaknya 53 rumah hancur total akibat longsoran salju. Tim penyelamat sudah menyelamatkan 50 orang dari tumpukan salju itu.
Selain itu, salju dingin yang sangat lebat juga menyebabkan kematian 39 orang di enam provinsi Afghanistan dalam dua minggu terakhir.

Sumber: ABC News

No comments