Social Items

Loading...
Loading...
Sebuah postingan viral di media sosial (medsos) menggambarkan adanya pengemis cantik gendong anak. - Tangkap Layar Instagram @memoefriantto

Sebuah postingan viral di media sosial (medsos) menggambarkan adanya pengemis cantik gendong anak.
Tak ayal, kemunculan seorang pengemis cantik menggendong anak, tersebut buat warganet terheran-heran.
Alhasil, foto pengemis cantik gendong anak tersebut tersebar luas dan viral di medsos hingga pancing komentar netizen.
Dalam postingan warganet foto pengemis cantik gendong balita tersebut, nampak pakaian pengemis cantik lusuh.
Walau pakaian pengemis cantik lusuh, tak memudarkan kecantikan pengemis gendong balita yang tengah menyodorkan tangan meminta uang.
Diketahui akun Instagram yang memposting foto pengemis cantik viral tersebut, @memoefriantto.
Tak ayal, postingannya tersebut menuai komentar warganet.
Berikut ini komentar para warganet.
chairulanam609 Rawan korban pelecehan
yudha_woo Lokasi kejadian dmn ni lur?
bozz.kyle Didandani kalah artis platique korea mah
awanandri25 Sebentar lagi viral dan akan masuk di acara tv Hitam putih
fatmafitriana Percuma cantik tapi pemalas,mending jelek tapi kerja keras...
iimns128 Di bawa ke salon juga udah mirip artis ini mah
Namun sampai berita ini diturunkan, belum diketahui dan terungkap siapa sosok pengemis cantik itu. (CC)
Pengemis Tajir di Kebayoran Lama
Mukhlis pengemis tajir yang diamankan Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di Kebayoran Lama gagal pulang pulang kampung.
Mukhlis akan menjalani masa rehabilitasi di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Kembangan, Jakarta Barat selama 21 hari mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Mursyidin.
Tahapan rehabilitasi yang harus dijalani Mukhlis katanya sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2013 tentang Kesejahteraan Sosial.
Sehingga Mukhlis diwajibkan untuk menjalani rehabilitasi serta pembinaan selama 21 hari mendatang.
"Sesuai ketentuan dia harus menjalani rehabilitasi selama 21 hari, untuk uangnya dititipkan kepada petugas di panti," jelasnya dihubungi pada Jumat (29/11/2019).
Walau terbukti melanggar peraturan dengan mengemis di jalan, lanjutnya, Mukhlis dapat meninggalkan panti sosial dengan satu syarat.
Syaratnya diungkapkan Mursyidin adalah penjemputan yang dilakukan oleh pihak keluarga Mukhlis.
Pihak keluarga serta Mukhlis katanya akan didata dan dimintai pernyataan sebelum meninggalkan panti.
Pernyataan itu memuat perjanjian agar Mukhlis tidak mengemis di jalan kembali.
"Syaratnya kalau dijemput keluarga dia boleh keluar. Kalau nggak ya harus dipanti sampai selesai pembinaan," jelasnya.
Mukhlis Pengemis Tajir di depan Halte Busway Bungur, Kebayoran lama, Jakarta Selatan pada Jumat (29/11/2019) (Petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Selatan)
Mukhlis Pernah Ditangkap
Penangkapan Mukhlis Pengemis Tajir di Kebayoran Lama yang membawa uang sebanyak Rp 182 juta rupanya pernah dilakukan sebelumnya.
Mukhlis diketahui pernah ditangkap sebanyak tiga kali oleh Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S).
Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Mursyidin.
Sosok pengemis asal Padang, Sumatera Barat itu diungkapkannya pernah ditangkap selama empat tahun belakangan.
Penangkapan Mukhlis pertama diungkapkannya terjadi pada tahun 2016 dengan temuan uang hasil mengemis sebanyak Rp 99 juta.
Ketika itu, Petugas P3S mengamankan Mukhlis di Simpang Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Dia sudah pernah dijangkau beberapa tahun lalu, tepatnya 12 Oktober 2016, ketika itu didapati uang lebih kurang sebanyak 99 juta," ungkap Mursyidin dihubungi paad Jumat (29/11/2019).
Rehabilitasi yang dijalani Mukhlis rupanya percuma.
Berselang setahun kemudian, tepatnya pertengahan tahun 2017 Mukhlis kembali ditangkap Petugas P3S di kawasan Casablanca, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Total uang yang berhasil dikumpulkan Mukhlis tercatat ada sebanyak Rp 84 juta.
"Kalau 2017 dia punya Rp 84 jutaan hasil mengemis dan hari ini 29 November 2019 dia punya Rp 194.5 jutaan diamankan. awalnya dihitung Rp 182 juta, ternyata setelah dihitung ulang di panti Rp 194.5 juta," jelasnya.
Mukhlis Pengemis Tajir di depan Halte Busway Bungur, Kebayoran lama, Jakarta Selatan pada Jumat (29/11/2019) (Petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Selatan)
Mengemis Untuk Beli Mobil
Alasan Mukhlis mengemis di jalan diungkapkan Mursyidin sangat mengejutkan.
Diketahui, alasan Mukhlis mengemis di jalan untuk membeli mobil.
Hal tersebut dibuktikannya lewat video yang dibagikan Mursyidin lewat pesan singkat.
Dalam video tersebut, Mukhlis terlihat tengah dimintai keterangan oleh petugas P3S di dalam sebuah mobil berjeruji.
Mukhlis terlihat terbuka dengan petugas dan bercerita hendak membeli mobil dari uang hasil mengemisnya itu.
"Mau beli mobil pak," ungkap Mukhlis.
"Terus niatnya mau beli mobil?," tanya petugas menegaskan.
"Nanti kalau sudah banyak," jawab Mukhlis.
"Dari hasil ngemis?," tanya petugas lagi.
"Iya nanti kalau sudah banyak," balas Mukhlis lagi.
"Kok Pemikirannya kayak begitu pak?," tegas petugas.
Sembari membuka bungkusan plastik yang dibawanya, Mukhlis menaku uang tersebut akan dibawanya pulang kampung halaman di Padang, Sumatera Barat.
"Kan mau pulang pak," ungkap Mukhlis.
Dalam pemeriksaan, petugas menanyakan soal asal muasal uang yang dipegang oleh Mukhlis.
Uang yang mencapai Rp 182 juta itu dijawab Mukhlis dari hasil mengemis selama setahun belakangan.
"Sudah capek kerja pak," jawab Mukhlis yang menunjukkan gepokan uang yang tersusun rapi dalam amplop cokelat.
"Ini semuanya Rp 180 juta pak," tambah Mukhlis sembari petugas menghjitung jumlah tumpukan uang yang dipegangnya.
"Ada 18," ujar petugas.
"Iya pak, Rp 180 juta," jawab Mukhlis.
"Kalau yang satunya cuma dua juta pak," tambah Mukhlis.
"Yah namanya juga duit itu dua juta juga," balas petugas.
Membuktikan pernyataan Mukhlis, petugas kembali membuka amplop berikutnya.
Benar saja, uang sebanyak Rp 2 juta dengan pecahan uang Rp 50.000 kembali ditemukan.
"Jangan dibuang pak, susah cari uang sekarang," celoteh Mukhlis ketika petugas tidak sengaja menjatuhkan selembar uang Rp 50.000.
"Rp 182 juta, itu Rp 180, ini Rp 2 juta," ujar petugas menegaskan.
"Iya pak, iya. Alhamdulillah," jawab Mukhlis.
Sumber : tribunnews.com

Viral Pengemis Cantik Gendong Anak, Warganet Terheran-Heran: Gimana Kalau Dandan

Newsral.com
Sebuah postingan viral di media sosial (medsos) menggambarkan adanya pengemis cantik gendong anak. - Tangkap Layar Instagram @memoefriantto

Sebuah postingan viral di media sosial (medsos) menggambarkan adanya pengemis cantik gendong anak.
Tak ayal, kemunculan seorang pengemis cantik menggendong anak, tersebut buat warganet terheran-heran.
Alhasil, foto pengemis cantik gendong anak tersebut tersebar luas dan viral di medsos hingga pancing komentar netizen.
Dalam postingan warganet foto pengemis cantik gendong balita tersebut, nampak pakaian pengemis cantik lusuh.
Walau pakaian pengemis cantik lusuh, tak memudarkan kecantikan pengemis gendong balita yang tengah menyodorkan tangan meminta uang.
Diketahui akun Instagram yang memposting foto pengemis cantik viral tersebut, @memoefriantto.
Tak ayal, postingannya tersebut menuai komentar warganet.
Berikut ini komentar para warganet.
chairulanam609 Rawan korban pelecehan
yudha_woo Lokasi kejadian dmn ni lur?
bozz.kyle Didandani kalah artis platique korea mah
awanandri25 Sebentar lagi viral dan akan masuk di acara tv Hitam putih
fatmafitriana Percuma cantik tapi pemalas,mending jelek tapi kerja keras...
iimns128 Di bawa ke salon juga udah mirip artis ini mah
Namun sampai berita ini diturunkan, belum diketahui dan terungkap siapa sosok pengemis cantik itu. (CC)
Pengemis Tajir di Kebayoran Lama
Mukhlis pengemis tajir yang diamankan Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di Kebayoran Lama gagal pulang pulang kampung.
Mukhlis akan menjalani masa rehabilitasi di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Kembangan, Jakarta Barat selama 21 hari mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Mursyidin.
Tahapan rehabilitasi yang harus dijalani Mukhlis katanya sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2013 tentang Kesejahteraan Sosial.
Sehingga Mukhlis diwajibkan untuk menjalani rehabilitasi serta pembinaan selama 21 hari mendatang.
"Sesuai ketentuan dia harus menjalani rehabilitasi selama 21 hari, untuk uangnya dititipkan kepada petugas di panti," jelasnya dihubungi pada Jumat (29/11/2019).
Walau terbukti melanggar peraturan dengan mengemis di jalan, lanjutnya, Mukhlis dapat meninggalkan panti sosial dengan satu syarat.
Syaratnya diungkapkan Mursyidin adalah penjemputan yang dilakukan oleh pihak keluarga Mukhlis.
Pihak keluarga serta Mukhlis katanya akan didata dan dimintai pernyataan sebelum meninggalkan panti.
Pernyataan itu memuat perjanjian agar Mukhlis tidak mengemis di jalan kembali.
"Syaratnya kalau dijemput keluarga dia boleh keluar. Kalau nggak ya harus dipanti sampai selesai pembinaan," jelasnya.
Mukhlis Pengemis Tajir di depan Halte Busway Bungur, Kebayoran lama, Jakarta Selatan pada Jumat (29/11/2019) (Petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Selatan)
Mukhlis Pernah Ditangkap
Penangkapan Mukhlis Pengemis Tajir di Kebayoran Lama yang membawa uang sebanyak Rp 182 juta rupanya pernah dilakukan sebelumnya.
Mukhlis diketahui pernah ditangkap sebanyak tiga kali oleh Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S).
Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Mursyidin.
Sosok pengemis asal Padang, Sumatera Barat itu diungkapkannya pernah ditangkap selama empat tahun belakangan.
Penangkapan Mukhlis pertama diungkapkannya terjadi pada tahun 2016 dengan temuan uang hasil mengemis sebanyak Rp 99 juta.
Ketika itu, Petugas P3S mengamankan Mukhlis di Simpang Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Dia sudah pernah dijangkau beberapa tahun lalu, tepatnya 12 Oktober 2016, ketika itu didapati uang lebih kurang sebanyak 99 juta," ungkap Mursyidin dihubungi paad Jumat (29/11/2019).
Rehabilitasi yang dijalani Mukhlis rupanya percuma.
Berselang setahun kemudian, tepatnya pertengahan tahun 2017 Mukhlis kembali ditangkap Petugas P3S di kawasan Casablanca, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Total uang yang berhasil dikumpulkan Mukhlis tercatat ada sebanyak Rp 84 juta.
"Kalau 2017 dia punya Rp 84 jutaan hasil mengemis dan hari ini 29 November 2019 dia punya Rp 194.5 jutaan diamankan. awalnya dihitung Rp 182 juta, ternyata setelah dihitung ulang di panti Rp 194.5 juta," jelasnya.
Mukhlis Pengemis Tajir di depan Halte Busway Bungur, Kebayoran lama, Jakarta Selatan pada Jumat (29/11/2019) (Petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Selatan)
Mengemis Untuk Beli Mobil
Alasan Mukhlis mengemis di jalan diungkapkan Mursyidin sangat mengejutkan.
Diketahui, alasan Mukhlis mengemis di jalan untuk membeli mobil.
Hal tersebut dibuktikannya lewat video yang dibagikan Mursyidin lewat pesan singkat.
Dalam video tersebut, Mukhlis terlihat tengah dimintai keterangan oleh petugas P3S di dalam sebuah mobil berjeruji.
Mukhlis terlihat terbuka dengan petugas dan bercerita hendak membeli mobil dari uang hasil mengemisnya itu.
"Mau beli mobil pak," ungkap Mukhlis.
"Terus niatnya mau beli mobil?," tanya petugas menegaskan.
"Nanti kalau sudah banyak," jawab Mukhlis.
"Dari hasil ngemis?," tanya petugas lagi.
"Iya nanti kalau sudah banyak," balas Mukhlis lagi.
"Kok Pemikirannya kayak begitu pak?," tegas petugas.
Sembari membuka bungkusan plastik yang dibawanya, Mukhlis menaku uang tersebut akan dibawanya pulang kampung halaman di Padang, Sumatera Barat.
"Kan mau pulang pak," ungkap Mukhlis.
Dalam pemeriksaan, petugas menanyakan soal asal muasal uang yang dipegang oleh Mukhlis.
Uang yang mencapai Rp 182 juta itu dijawab Mukhlis dari hasil mengemis selama setahun belakangan.
"Sudah capek kerja pak," jawab Mukhlis yang menunjukkan gepokan uang yang tersusun rapi dalam amplop cokelat.
"Ini semuanya Rp 180 juta pak," tambah Mukhlis sembari petugas menghjitung jumlah tumpukan uang yang dipegangnya.
"Ada 18," ujar petugas.
"Iya pak, Rp 180 juta," jawab Mukhlis.
"Kalau yang satunya cuma dua juta pak," tambah Mukhlis.
"Yah namanya juga duit itu dua juta juga," balas petugas.
Membuktikan pernyataan Mukhlis, petugas kembali membuka amplop berikutnya.
Benar saja, uang sebanyak Rp 2 juta dengan pecahan uang Rp 50.000 kembali ditemukan.
"Jangan dibuang pak, susah cari uang sekarang," celoteh Mukhlis ketika petugas tidak sengaja menjatuhkan selembar uang Rp 50.000.
"Rp 182 juta, itu Rp 180, ini Rp 2 juta," ujar petugas menegaskan.
"Iya pak, iya. Alhamdulillah," jawab Mukhlis.
Sumber : tribunnews.com

No comments