Social Items

Warga menunjukkan ular king kobra di handphone miliknya. Ular tersebut jatuh dari pohon ke Jalan Raya Bandung-Cirebon tepatnya di kawasan Cadaspangeran, Sabtu (21/12/2019) sore. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com


Ular king kobra jatuh dari pohon dan mendarat di Jalan Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat.
Peristiwa itu diabadikan oleh pengendara motor dan disebar ke media sosial hingga viral, Sabtu (21/12/2019).

Setelah viral, foto ular king kobra yang jatuh dari pohon di Jalan Raya Bandung-Cirebon, Kecamatan Pamulihan ini pun menjadi heboh neitzen.

Dalam dua foto terlihat ular king kobra berukuran kecil tengah dimakan ular king kobra berukuran lebih besar.

Dalam foto lainnya, warga tampak berkerumun dan dua warga lainnya mengamankan kedua ular king kobra tersebut.
Peristiwa itu berawal ketika kawasan Cadas Pangeran diguyur hujan lebat. Saksi mata, Osel mengatakan, tiba-tiba dari pohon terlihat seekor ular jatuh ke jalan.

Beruntung, saat itu situasi jalan sedang sepi.
"Setelah hujan lebat itu, ada ular jatuh dari pohon itu. Jatuh ke jalan, untungnya arus lalu lintas lagi sepi," ujar Osel kepada Kompas.com di warung miliknya, Senin (23/12/2019) siang.
Osel menuturkan, ular jenis king kobra tersebut kemudian diamankan oleh warga yang kebetulan lewat di jalur Cadas Pangeran.
"Nggak tahu juga orangnya, sepertinya dia pawang ular. Yang pasti dua ular itu langsung dia bawa. Nggak tahu juga sekarang ada di mana," tutur Osel.

Menurut Osel, setelah kejadian tersebut, warga menjadi heboh. Khususnya mereka yang saat itu tengah menempuh perjalanan dari Bandung menuju Cirebon ataupun sebaliknya.
"Iya, yang pasti jadi tontonan warga, lumayan ramai juga waktu itu, karena hujan juga udah reda," sebut Osel.

Osel menambahkan, ular king kobra itu besar dan berukuran lebih dari 3 meter.
Sedangkan ular satunya memiliki panjang sekitar 1 meter.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumedang Iptu Dedi Juhana mengatakan, pihaknya tidak menerima adanya laporan kejadian tersebut.
"Tidak ada masuk informasi ke kami, dari unit lalu lintas juga tidak ada," kata Dedi demikian dikutip dari Kompas.com 

Detik-detik King Kobra Jatuh dari Pohon di Cadas Pangeran Sumedang

Newsral.com
Warga menunjukkan ular king kobra di handphone miliknya. Ular tersebut jatuh dari pohon ke Jalan Raya Bandung-Cirebon tepatnya di kawasan Cadaspangeran, Sabtu (21/12/2019) sore. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com


Ular king kobra jatuh dari pohon dan mendarat di Jalan Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat.
Peristiwa itu diabadikan oleh pengendara motor dan disebar ke media sosial hingga viral, Sabtu (21/12/2019).

Setelah viral, foto ular king kobra yang jatuh dari pohon di Jalan Raya Bandung-Cirebon, Kecamatan Pamulihan ini pun menjadi heboh neitzen.

Dalam dua foto terlihat ular king kobra berukuran kecil tengah dimakan ular king kobra berukuran lebih besar.

Dalam foto lainnya, warga tampak berkerumun dan dua warga lainnya mengamankan kedua ular king kobra tersebut.
Peristiwa itu berawal ketika kawasan Cadas Pangeran diguyur hujan lebat. Saksi mata, Osel mengatakan, tiba-tiba dari pohon terlihat seekor ular jatuh ke jalan.

Beruntung, saat itu situasi jalan sedang sepi.
"Setelah hujan lebat itu, ada ular jatuh dari pohon itu. Jatuh ke jalan, untungnya arus lalu lintas lagi sepi," ujar Osel kepada Kompas.com di warung miliknya, Senin (23/12/2019) siang.
Osel menuturkan, ular jenis king kobra tersebut kemudian diamankan oleh warga yang kebetulan lewat di jalur Cadas Pangeran.
"Nggak tahu juga orangnya, sepertinya dia pawang ular. Yang pasti dua ular itu langsung dia bawa. Nggak tahu juga sekarang ada di mana," tutur Osel.

Menurut Osel, setelah kejadian tersebut, warga menjadi heboh. Khususnya mereka yang saat itu tengah menempuh perjalanan dari Bandung menuju Cirebon ataupun sebaliknya.
"Iya, yang pasti jadi tontonan warga, lumayan ramai juga waktu itu, karena hujan juga udah reda," sebut Osel.

Osel menambahkan, ular king kobra itu besar dan berukuran lebih dari 3 meter.
Sedangkan ular satunya memiliki panjang sekitar 1 meter.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumedang Iptu Dedi Juhana mengatakan, pihaknya tidak menerima adanya laporan kejadian tersebut.
"Tidak ada masuk informasi ke kami, dari unit lalu lintas juga tidak ada," kata Dedi demikian dikutip dari Kompas.com 

No comments