Social Items

Loading...
Instagram @bankbtn.career
PT Bank Tabungan Negara (Persero) buka lowongan kerja di bulan Oktober 2019. 
Pendidikan minimal diploma hingga sarjana untuk mengisi jabatan sebagai General Banking Staff dan Officer Development Program (ODP).
Seleksi kali ini dilakukan bersama dalam Program Perkrutan Bersama BUMN (PPB) dengan jalur sebagai berikut.
Mengutip laman rekrutmen BTN pada Kamis (10/10/2019) berikut informasi selengkapnya.
1. Posisi sebagai General Banking Staff - PPB BUMN
a. Wilayah rekrutmen : Jayapura
b. Warga negara Indonesia
c. Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan
d. Lajang dan bersedia tidak menikah selama ikatan dinas

e. Berusia maksimal 24 tahun
f. Pendidikan minimal diploma atau sarjana
g. IPK minimal 2,75 skala 4,00
h. Tinggi minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita
i. Berat badan proporsional dan berpenampilan menarik
j. Bersedia menjalani masa kerja selama 3 tahun
k. Tidak memiliki hubungan keluarga dengan karyawan Bank BTN seperti orang tua atau saudara kandung.
2. Officer Development Program - Our Future Leaders
a. Wilayah rekrutmen : Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Malang
b. PPB BUMN Posisi ODP - Wilayah Malang

c. PPB BUMN Posisi ODP - Wilayah Yogyakarta
d. PPB BUMN Posisi ODP - Wilayah Semarang
e. PPB BUMN Posisi ODP - Wilayah Bandung
f. PPB BUMN Posisi ODP - Wilayah Jakarta
3. Kualifikasi Officer Development Program - Our Future Leaders
a. Warga negara Indonesia
b. Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan
c. Belum menikah dan sanggup untuk tidak menikah selama 1 tahun ikatan pelayanan
d. Usia maksimal 26 tahun (belum 27 tahun pada saat perekrutan)
e. Lulusan universitas terkemuka
f. IPK minimal 3,00 skala 4,00
g. Lebih disukai dari jurusan ekonomi, hukum, komunikasi, ilmu komputer
h. Rekayasa, psikologi, dan statistik
i. Berat badan proporsional dan berpenampilan menarik
4. Keterangan lain
a. Pendaftaran buka sampai 21 Oktober 2019
b. Hanya kandidat terbaik yang akan diproses
c. Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apapun
d. Waspadalah terhadap tindak penipuan yang kerapkali terjadi
e. Jika anda masuk kualifikasi dan berminat untuk bergabung silakan klik disini.
Tips Menjaga Bahasa Tubuh saat Wawancara Kerja
Mantap menghadapi wawancara kerja merupakan persiapan utama yang umum dilakukan seorang kandidat.
Memprediksi pertanyaan yang akan diberikan oleh pewawancara, kemudian berlatih menjawabnya.
Informasi mengenai kisi-kisi pertanyaan wawancara ini tentunya bisa ditemukan di situs Jobplanet.
Akan tetapi, terlalu fokus memberi jawaban yang memuaskan sering kali membuat kandidat lupa akan hal lain yang juga tak luput dari penilaian perusahaan, yakni bahasa tubuh.
Tanpa disadari, sekecil apapun bahasa tubuh yang Anda tunjukkan mengandung arti tertentu yang bisa memengaruhi peluang Anda untuk diterima bekerja.
Agar persiapan Anda tidak sia-sia lantaran kesalahan yang dianggap sepele, sebaiknya simak di bawah ini.
Mengutip Kompas.com, berikut lima tips menggunakan bahasa tubuh saat wawancara kerja:
1. Sopan menyambut pewawancara
Menjaga sikap dan bahasa tubuh yang baik bukan dimulai ketika bertemu dengan pewawancara, melainkan sejak Anda menginjakkan kaki di lokasi wawancara.
Mulailah dengan menyapa ramah satpam atau resepsionis perusahaan, kemudian mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mengantar Anda ke ruang wawancara.
Ketika pewawancara masuk ke dalam ruangan, segeralah berdiri dan sambut dia dengan senyuman yang ramah.
Setelah selesai berjabat tangan, sebaiknya jangan buru-buru kembali ke tempat duduk.
Tunggu hingga dipersilakan, atau setidaknya minta izin jika pewawancara tampak lupa mempersilakan Anda untuk duduk.
2. Jabat tangan dengan tegas
Jabatan tangan bisa langsung mencerminkan karakter atau kepribadian seseorang.
Apabila jabatan tangan Anda terlalu lemah, pewawancara akan menangkap kesan kurang percaya diri atau kurang bersemangat.
Sementara jika terlalu erat, Anda bisa dianggap agresif atau terlalu pede.
Sambil memperkenalkan diri, jabatlah tangan pewawancara dengan tegas.
Artinya, tidak terlalu lemah, tapi juga tidak terlalu kencang. Akan tetapi, jangan sampai Anda jadi lupa menyimak ketika pewawancara menyebutkan namanya, ya.
3. Jaga kontak mata
Rasa gugup kadang kala membuat seseorang sulit fokus menatap lawan bicaranya, dan malah menunduk atau melihat ke berbagai arah.
Namun, sama halnya dengan jabat tangan, Anda juga harus menjaga kontak mata agar tidak terlalu berlebihan hingga membuat pewawancara gelisah atau tidak nyaman.
Berikanlah tatapan yang sealami mungkin, namun mampu memancarkan antusiasme Anda terhadap jalannya wawancara.
Apabila Anda merasa kurang nyaman menatap mata pewawancara terlalu lama, Anda boleh sesekali melirik ke sisi lain ketika sedang memikirkan jawaban.
4. Mengangguk sambil menyimak
Menganggukkan kepala merupakan respons yang ideal ketika mendengarkan pewawancara yang sedang berbicara.
Akan tetapi, anggukan yang berlebihan dan bukan pada saat yang tepat justru akan menjadi bumerang buat Anda.
Hal ini menandakan bahwa Anda sebenarnya tak sepenuhnya menyimak atau tak tahu apa yang sedang dibicarakan.
Jangan pernah asal mengangguk hanya sebagai formalitas.
Apabila ada pesan yang kurang Anda pahami, jangan segan untuk menanyakan pada pewawancara.
Tentunya tidak dengan memotong ucapannya, ya.
5. Menggerakkan tangan secukupnya
Menyilangkan kedua tangan di dada akan memberi kesan defensif atau menantang lawan bicara.
Karena itu, ambilah langkah paling aman, yakni meletakkannya di atas pangkuan.
Hal ini juga sekaligus untuk membatasi gerakan tangan yang berlebihan.
Berbicara sambil menggerakkan tangan memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan diri senyaman mungkin, serta membantu memperjelas ucapannya.
Akan tetapi, kalau tidak Anda kendalikan, sikap ini justru akan mengganggu suasana wawancara.
Konsentrasi pewawancara bisa buyar karena gerakan tangan Anda yang tidak perlu.
Sekilas mungkin tampaknya terlalu banyak aturan yang harus diikuti dalam wawancara kerja.
Namun, selama Anda memilih perusahaan serta posisi yang diminati, seharusnya proses wawancara akan mengalir dengan sendirinya, tanpa Anda perlu memusingkan begitu banyak hal sampai-sampai merasa tertekan.
Semoga sukses! Jangan lupa bagikan kepasa saudara kalian...










Lowongan Kerja BUMN Bank BTN untuk Diploma, Daftar Online sampai 21 Oktober 2019

Newsral.com
Instagram @bankbtn.career
PT Bank Tabungan Negara (Persero) buka lowongan kerja di bulan Oktober 2019. 
Pendidikan minimal diploma hingga sarjana untuk mengisi jabatan sebagai General Banking Staff dan Officer Development Program (ODP).
Seleksi kali ini dilakukan bersama dalam Program Perkrutan Bersama BUMN (PPB) dengan jalur sebagai berikut.
Mengutip laman rekrutmen BTN pada Kamis (10/10/2019) berikut informasi selengkapnya.
1. Posisi sebagai General Banking Staff - PPB BUMN
a. Wilayah rekrutmen : Jayapura
b. Warga negara Indonesia
c. Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan
d. Lajang dan bersedia tidak menikah selama ikatan dinas

e. Berusia maksimal 24 tahun
f. Pendidikan minimal diploma atau sarjana
g. IPK minimal 2,75 skala 4,00
h. Tinggi minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita
i. Berat badan proporsional dan berpenampilan menarik
j. Bersedia menjalani masa kerja selama 3 tahun
k. Tidak memiliki hubungan keluarga dengan karyawan Bank BTN seperti orang tua atau saudara kandung.
2. Officer Development Program - Our Future Leaders
a. Wilayah rekrutmen : Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Malang
b. PPB BUMN Posisi ODP - Wilayah Malang

c. PPB BUMN Posisi ODP - Wilayah Yogyakarta
d. PPB BUMN Posisi ODP - Wilayah Semarang
e. PPB BUMN Posisi ODP - Wilayah Bandung
f. PPB BUMN Posisi ODP - Wilayah Jakarta
3. Kualifikasi Officer Development Program - Our Future Leaders
a. Warga negara Indonesia
b. Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan
c. Belum menikah dan sanggup untuk tidak menikah selama 1 tahun ikatan pelayanan
d. Usia maksimal 26 tahun (belum 27 tahun pada saat perekrutan)
e. Lulusan universitas terkemuka
f. IPK minimal 3,00 skala 4,00
g. Lebih disukai dari jurusan ekonomi, hukum, komunikasi, ilmu komputer
h. Rekayasa, psikologi, dan statistik
i. Berat badan proporsional dan berpenampilan menarik
4. Keterangan lain
a. Pendaftaran buka sampai 21 Oktober 2019
b. Hanya kandidat terbaik yang akan diproses
c. Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apapun
d. Waspadalah terhadap tindak penipuan yang kerapkali terjadi
e. Jika anda masuk kualifikasi dan berminat untuk bergabung silakan klik disini.
Tips Menjaga Bahasa Tubuh saat Wawancara Kerja
Mantap menghadapi wawancara kerja merupakan persiapan utama yang umum dilakukan seorang kandidat.
Memprediksi pertanyaan yang akan diberikan oleh pewawancara, kemudian berlatih menjawabnya.
Informasi mengenai kisi-kisi pertanyaan wawancara ini tentunya bisa ditemukan di situs Jobplanet.
Akan tetapi, terlalu fokus memberi jawaban yang memuaskan sering kali membuat kandidat lupa akan hal lain yang juga tak luput dari penilaian perusahaan, yakni bahasa tubuh.
Tanpa disadari, sekecil apapun bahasa tubuh yang Anda tunjukkan mengandung arti tertentu yang bisa memengaruhi peluang Anda untuk diterima bekerja.
Agar persiapan Anda tidak sia-sia lantaran kesalahan yang dianggap sepele, sebaiknya simak di bawah ini.
Mengutip Kompas.com, berikut lima tips menggunakan bahasa tubuh saat wawancara kerja:
1. Sopan menyambut pewawancara
Menjaga sikap dan bahasa tubuh yang baik bukan dimulai ketika bertemu dengan pewawancara, melainkan sejak Anda menginjakkan kaki di lokasi wawancara.
Mulailah dengan menyapa ramah satpam atau resepsionis perusahaan, kemudian mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mengantar Anda ke ruang wawancara.
Ketika pewawancara masuk ke dalam ruangan, segeralah berdiri dan sambut dia dengan senyuman yang ramah.
Setelah selesai berjabat tangan, sebaiknya jangan buru-buru kembali ke tempat duduk.
Tunggu hingga dipersilakan, atau setidaknya minta izin jika pewawancara tampak lupa mempersilakan Anda untuk duduk.
2. Jabat tangan dengan tegas
Jabatan tangan bisa langsung mencerminkan karakter atau kepribadian seseorang.
Apabila jabatan tangan Anda terlalu lemah, pewawancara akan menangkap kesan kurang percaya diri atau kurang bersemangat.
Sementara jika terlalu erat, Anda bisa dianggap agresif atau terlalu pede.
Sambil memperkenalkan diri, jabatlah tangan pewawancara dengan tegas.
Artinya, tidak terlalu lemah, tapi juga tidak terlalu kencang. Akan tetapi, jangan sampai Anda jadi lupa menyimak ketika pewawancara menyebutkan namanya, ya.
3. Jaga kontak mata
Rasa gugup kadang kala membuat seseorang sulit fokus menatap lawan bicaranya, dan malah menunduk atau melihat ke berbagai arah.
Namun, sama halnya dengan jabat tangan, Anda juga harus menjaga kontak mata agar tidak terlalu berlebihan hingga membuat pewawancara gelisah atau tidak nyaman.
Berikanlah tatapan yang sealami mungkin, namun mampu memancarkan antusiasme Anda terhadap jalannya wawancara.
Apabila Anda merasa kurang nyaman menatap mata pewawancara terlalu lama, Anda boleh sesekali melirik ke sisi lain ketika sedang memikirkan jawaban.
4. Mengangguk sambil menyimak
Menganggukkan kepala merupakan respons yang ideal ketika mendengarkan pewawancara yang sedang berbicara.
Akan tetapi, anggukan yang berlebihan dan bukan pada saat yang tepat justru akan menjadi bumerang buat Anda.
Hal ini menandakan bahwa Anda sebenarnya tak sepenuhnya menyimak atau tak tahu apa yang sedang dibicarakan.
Jangan pernah asal mengangguk hanya sebagai formalitas.
Apabila ada pesan yang kurang Anda pahami, jangan segan untuk menanyakan pada pewawancara.
Tentunya tidak dengan memotong ucapannya, ya.
5. Menggerakkan tangan secukupnya
Menyilangkan kedua tangan di dada akan memberi kesan defensif atau menantang lawan bicara.
Karena itu, ambilah langkah paling aman, yakni meletakkannya di atas pangkuan.
Hal ini juga sekaligus untuk membatasi gerakan tangan yang berlebihan.
Berbicara sambil menggerakkan tangan memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan diri senyaman mungkin, serta membantu memperjelas ucapannya.
Akan tetapi, kalau tidak Anda kendalikan, sikap ini justru akan mengganggu suasana wawancara.
Konsentrasi pewawancara bisa buyar karena gerakan tangan Anda yang tidak perlu.
Sekilas mungkin tampaknya terlalu banyak aturan yang harus diikuti dalam wawancara kerja.
Namun, selama Anda memilih perusahaan serta posisi yang diminati, seharusnya proses wawancara akan mengalir dengan sendirinya, tanpa Anda perlu memusingkan begitu banyak hal sampai-sampai merasa tertekan.
Semoga sukses! Jangan lupa bagikan kepasa saudara kalian...