Social Items

Loading...
Nadiem Makarim dan Franka Franklin saat menikah. - FACEBOOK.COM/SARIMAKKIPHOTOGRAPHY

Cek, Nadiem Makarim "rugi" jadi Mendikbud dibanding CEO GoJek? Bandingkan gaji suami Franka Franklin.
Inilah perbandingan pemasukan atau gaji Nadiem Makarim sebagai pembantu Presiden Jokowi di bidang pendidikan dan kebudayaan dengan saat menjadi bos di perusahaan jasa transportasi berbasis online.
Mana lebih besar atau lebih banyak?
Tokoh muda, Nadiem Makarim resmi meninggalkan jabatan CEO GoJek setelah menerima tawaran Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ( Mendikbud ).
Keputusan Nadiem Makarim itu bukan tanpa konsekuensi.
Gaji tinggi seorang CEO harus ia relakan untuk dilepas.
Kini gajinya akan ditanggung negara dengan nominal yang tidak lebih besar ketimbang menjadi CEO GoJek.
Lantas berapa gaji Nadiem Makarim sebagai Mendikbud?
Dikutip dari Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2000 tentang Hak Keuangan/Administratif Menteri Negara dan Bekas Menteri Negara Serta Janda/Dudanya Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1993, Kamis (24/10/2019), gaji pokok seorang menteri yakni sebesar Rp 5,04 juta per bulan.
Apakah hanya itu yang diterima seorang menteri?
Tentu saja tidak.
Menteri juga diberikan tunjangan oleh negara.

Ketentuan ini ada di Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu.
Ketentuan ini ada di Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu.
Dalam Pasal 2.e Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 168 Tahun 2000 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu disebutkan bahwa tunjangan yang diberikan kepada menteri sebesar Rp 13,6 juta per bulan.
Dengan begitu, gaji dan tunjangan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni sebesar Rp 18,64 juta per bulan.
Di luar itu, menteri juga mendapatkan tunjangan operasional.
Namun, tunjangan tersebut sepenuhnya untuk membiayai kegiatan menteri dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Selain itu, ada juga rumah dinas dan mobil dinas yang harus dikembalikan ketika masa jabatan berakhir.
Lalu, berapa gaji Nadiem Makarim saat menjabat CEO GoJek?
Meski melepas jabatan di GoJek yang ia bangun sejak tahun 2009, Nadiem Makarim tetap memiliki saham di GoJek yang nilainya tidak sedikit.
Jika dihitung-hitung secara kasar, gaji dan tunjangan yang diperoleh Nadiem Makarim kurang dari 1 persen nilai sahamnya di Gojek.
Pria berusia 35 tahun itu diketahui memegang saham GoJek seri D, E, dan I.
Hal itu diketahui dari Data Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) per Oktober 2018.
Suami Franka Franklin itu memiliki total 58.416 lembar saham.
Jumlahnya setara dengan 4,81 persen modal di GoJek.
Jika dihitung secara kasar dengan mengambil angka terendah valuasi startup unicorn (1 triliun dollar AS/Rp 14 triliun), nilai saham Nadiem Makarim di Gojek adalah sekitar Rp 1,96 triliun.
Untuk diketahui, saat masih menjabat sebagai CEO GoJek, Nadiem Makarim pernah masuk daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia pada Juni 2018.
Nadiem Makarim menduduki posisi paling buncit dengan harta kekayaan yang ditaksir mencapai 100 juta dollar AS, atau sekitar Rp 1,4 triliun (asumsi 1 dollar AS = Rp 14.000) yang didapatnya dari GoJek.
Namun saat ini, GoJek sendiri dikatakan telah menyandang predikat decacorn, dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS (Rp 141 triliun).
Angka tersebut sangat jauh di atas gaji dan tunjangan Nadiem Makarim sebagai menteri.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam kabinet periode 2019-2024.
Penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Pengumuman dilakukan tiga hari setelah Jokowi dilantik sebagai presiden di Gedung DPR/MPR, Minggu (20/10/2019).
Alasan Jokowi Pilih Nadiem Makarim Mendikbud
Presiden Jokowi menjelaskan alasan di balik langkahnya memilih pendiri Gojek, Nadiem Makarim, sebagai Mendikbud.
Hal ini menjawab pertanyaan banyak pihak yang tak menyangka Nadiem Makarim akan menjadi Mendikbud.
Pasalnya, Nadiem Makarim dinilai tak memiliki latar belakang di sektor pendidikan.
Namun, Jokowi menilai latar belakang Nadiem Makarim yang mendirikan perusahaan rintisan berbasis teknologi seperti GoJek justru menjadi modal tersendiri.
Ia meyakini sosok Nadiem Makarim bisa menggunakan keahliannya di bidang teknologi untuk menerapkan standar pendidikan yang sama bagi 300 ribu sekolah dengan 50 juta pelajar yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Bayangkan mengelola sekolah, mengelola pelajar, manajemen guru sebanyak itu, dan dituntut oleh sebuah standar yang sama," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10/2019).
"Kita diberi peluang setelah ada yang namanya teknologi, yang namanya aplikasi sistem yang bisa membuat loncatan. Sehingga yang dulu dirasa tidak mungkin sekarang mungkin," ujar dia.
Alasan itulah yang membuat Jokowi merasa yakin saat memilih Nadiem Makarim.
"Oleh sebab itu dipilih Mas Nadiem Makarim," kata dia.
Jokowi juga mengatakan bahwa Nadiem Makarim telah bercerita banyak hal kepadanya tentang apa-apa saja yang dikerjakan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.
"Ada peluang besar untuk, ada terobosan besar untuk melakukan itu. Itu kira-kira kurang lebihnya," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebut bisa saja ada wakil menteri yang akan mendampingi Nadiem Makarim.
Ia menyebut nama wakil menteri untuk tiap kementerian akan segera diumumkan.

Sumber : tribunnews.com







Nadiem Makarim 'Rugi' Jadi Mendikbud Dibanding CEO GoJek? Bandingkan Gaji Suami Franka Franklin

Newsral.com
Nadiem Makarim dan Franka Franklin saat menikah. - FACEBOOK.COM/SARIMAKKIPHOTOGRAPHY

Cek, Nadiem Makarim "rugi" jadi Mendikbud dibanding CEO GoJek? Bandingkan gaji suami Franka Franklin.
Inilah perbandingan pemasukan atau gaji Nadiem Makarim sebagai pembantu Presiden Jokowi di bidang pendidikan dan kebudayaan dengan saat menjadi bos di perusahaan jasa transportasi berbasis online.
Mana lebih besar atau lebih banyak?
Tokoh muda, Nadiem Makarim resmi meninggalkan jabatan CEO GoJek setelah menerima tawaran Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ( Mendikbud ).
Keputusan Nadiem Makarim itu bukan tanpa konsekuensi.
Gaji tinggi seorang CEO harus ia relakan untuk dilepas.
Kini gajinya akan ditanggung negara dengan nominal yang tidak lebih besar ketimbang menjadi CEO GoJek.
Lantas berapa gaji Nadiem Makarim sebagai Mendikbud?
Dikutip dari Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2000 tentang Hak Keuangan/Administratif Menteri Negara dan Bekas Menteri Negara Serta Janda/Dudanya Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1993, Kamis (24/10/2019), gaji pokok seorang menteri yakni sebesar Rp 5,04 juta per bulan.
Apakah hanya itu yang diterima seorang menteri?
Tentu saja tidak.
Menteri juga diberikan tunjangan oleh negara.

Ketentuan ini ada di Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu.
Ketentuan ini ada di Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu.
Dalam Pasal 2.e Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 168 Tahun 2000 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu disebutkan bahwa tunjangan yang diberikan kepada menteri sebesar Rp 13,6 juta per bulan.
Dengan begitu, gaji dan tunjangan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni sebesar Rp 18,64 juta per bulan.
Di luar itu, menteri juga mendapatkan tunjangan operasional.
Namun, tunjangan tersebut sepenuhnya untuk membiayai kegiatan menteri dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Selain itu, ada juga rumah dinas dan mobil dinas yang harus dikembalikan ketika masa jabatan berakhir.
Lalu, berapa gaji Nadiem Makarim saat menjabat CEO GoJek?
Meski melepas jabatan di GoJek yang ia bangun sejak tahun 2009, Nadiem Makarim tetap memiliki saham di GoJek yang nilainya tidak sedikit.
Jika dihitung-hitung secara kasar, gaji dan tunjangan yang diperoleh Nadiem Makarim kurang dari 1 persen nilai sahamnya di Gojek.
Pria berusia 35 tahun itu diketahui memegang saham GoJek seri D, E, dan I.
Hal itu diketahui dari Data Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) per Oktober 2018.
Suami Franka Franklin itu memiliki total 58.416 lembar saham.
Jumlahnya setara dengan 4,81 persen modal di GoJek.
Jika dihitung secara kasar dengan mengambil angka terendah valuasi startup unicorn (1 triliun dollar AS/Rp 14 triliun), nilai saham Nadiem Makarim di Gojek adalah sekitar Rp 1,96 triliun.
Untuk diketahui, saat masih menjabat sebagai CEO GoJek, Nadiem Makarim pernah masuk daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia pada Juni 2018.
Nadiem Makarim menduduki posisi paling buncit dengan harta kekayaan yang ditaksir mencapai 100 juta dollar AS, atau sekitar Rp 1,4 triliun (asumsi 1 dollar AS = Rp 14.000) yang didapatnya dari GoJek.
Namun saat ini, GoJek sendiri dikatakan telah menyandang predikat decacorn, dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS (Rp 141 triliun).
Angka tersebut sangat jauh di atas gaji dan tunjangan Nadiem Makarim sebagai menteri.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam kabinet periode 2019-2024.
Penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Pengumuman dilakukan tiga hari setelah Jokowi dilantik sebagai presiden di Gedung DPR/MPR, Minggu (20/10/2019).
Alasan Jokowi Pilih Nadiem Makarim Mendikbud
Presiden Jokowi menjelaskan alasan di balik langkahnya memilih pendiri Gojek, Nadiem Makarim, sebagai Mendikbud.
Hal ini menjawab pertanyaan banyak pihak yang tak menyangka Nadiem Makarim akan menjadi Mendikbud.
Pasalnya, Nadiem Makarim dinilai tak memiliki latar belakang di sektor pendidikan.
Namun, Jokowi menilai latar belakang Nadiem Makarim yang mendirikan perusahaan rintisan berbasis teknologi seperti GoJek justru menjadi modal tersendiri.
Ia meyakini sosok Nadiem Makarim bisa menggunakan keahliannya di bidang teknologi untuk menerapkan standar pendidikan yang sama bagi 300 ribu sekolah dengan 50 juta pelajar yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Bayangkan mengelola sekolah, mengelola pelajar, manajemen guru sebanyak itu, dan dituntut oleh sebuah standar yang sama," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10/2019).
"Kita diberi peluang setelah ada yang namanya teknologi, yang namanya aplikasi sistem yang bisa membuat loncatan. Sehingga yang dulu dirasa tidak mungkin sekarang mungkin," ujar dia.
Alasan itulah yang membuat Jokowi merasa yakin saat memilih Nadiem Makarim.
"Oleh sebab itu dipilih Mas Nadiem Makarim," kata dia.
Jokowi juga mengatakan bahwa Nadiem Makarim telah bercerita banyak hal kepadanya tentang apa-apa saja yang dikerjakan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.
"Ada peluang besar untuk, ada terobosan besar untuk melakukan itu. Itu kira-kira kurang lebihnya," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebut bisa saja ada wakil menteri yang akan mendampingi Nadiem Makarim.
Ia menyebut nama wakil menteri untuk tiap kementerian akan segera diumumkan.

Sumber : tribunnews.com







No comments