Social Items

Loading...

Kalian mungkin sering mendengar adanya sistem operasi yang bocor duluan di internet, sebelum versi resminya rilis. Hal ini biasanya sering terjadi pada sistem operasi teranyar yang akan segera rilis. Namun, apakah sebenarnya aman untuk mencobanya dan menjalankan OS tersebut ke dalam perangkat kita?
Ya, mungkin saja keuntungan menggunakan OS yang bocor yakni kita bisa merasakan lebih dulu fitur-fiturnya sebelum kita membelinya. Namun, salah-salah kalian malah akan terjebak dengan masalah baru jika mencoba OS bocor. Karena berdasarkan fakta, OS bocor memiliki kerentanan pada masalah keamanan. Karena bisa jadi OS tersebut telah disusupi program jahat oleh seseorang yang membocorkannya. Berikut ini 3 risiko nyata saat download sistem operasi bocor. Simak yuk!

3 Risiko Mengerikan Jika Menginstall Sistem Operasi dari Internet

1. Keamanan Privasi


Ketika kita mengetahui ada seseorang yang membocorkan sebuah OS, maka yang harus kita lakukan adalah bertanya pada diri sendiri. Mengapa mereka melakukannya dan apa alasan mereka membocorkan OS tersebut? Kemudian kita harus memahami apa sebenarnya motif tersembunyi mereka melakukannya.
Menurut beberapa Tim Marketing perusahaan software, mengatakan bahwa terjadinya kebocoran sebenarnya sudah direncanakan sejak awal. Hal ini dilakukan demi membangun buzz dan perhatian publik mengenai perangkat lunak yang akan mereka beli nanti. Jika hal tersebut benar adanya, maka tidak ada salahnya jika calon pengguna mencoba sistem operasi yang dibocorkan tersebut, yang biasanya versi pra-rilis yang akan dibocorkan.
Tetapi kita juga tetap harus berhati-hati, karena ada kasus serupa di mana kebocoran sistem operasi diakibatkan oleh sekelompok orang yang tak bertanggung jawab, salah satunya adalah hacker. Seorang hacker mampu menerobos sistem keamanan perusahaan dan mendapatkan sumber OS, kemudian memodifikasinya lalu membocorkannya ke publik.
Dengan cara ini hacker akan lebih mudah untuk memata-matai aktivitas pengguna dan menjual data yang telah mereka raih ke pihak ketiga. Cara ini lebih familiar disebut sebagai botnet zombie, yakni mengubah PC kalian menjadi backdoor terbuka yang rentan disusupi oleh program-program jahat.

2. Terinfeksi Malware


Selain perangkat lunak yang rentan disusupi malware, ada risiko lain yang juga sama berbahayanya. Salah satunya adalah risiko saat download software melalui situs yang tidak terpercaya. Jika terdapat sistem operasi yang bocor di internet, tak hanya perangkat lunak saja yang berbahaya, namun situs tempat download juga bisa menjadi sarang bagi malware.
Sering kali kebanyakan pengguna internet tak sengaja mendapati ada malware di perangkat mereka. Hal ini tak lain disebabkan oleh usaha mereka untuk mendapatkan produk bajakan. Boleh jadi situs download tersebut aman, namun pengguna sering kali tak menyadari jika mereka sudah terserang oleh malware secara tak langsung.
Salah satu metode malware menyerang adalah ketika pengguna tak sengaja mengklik iklan berbahaya dan mengklik pertama kali pada software bajakan. Seketika itu juga perangkat pengguna akan terinfeksi oleh malware.

3. Kerusakan Hardware


Selain risiko keamanan privasi dan infeksi malware akibat menggunakan OS yang bocor, ada satu lagi yangperlu diwaspadai sebelum kalian ikut-ikutan mencobanya, yakni risiko kerusakan hardware. Loh kenapa? Karena kemungkinan terbesar adalah OS yang lebih dulu bocor tersebut belum seratus persen siap untuk digunakan.
Bahkan, OS yang telah rilis resmi pun membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melakukan pengujian dan persiapan, dan sering kali masih banyak terdapat bug dan sistem yang belum stabil. Nah, lalu bagaimana kondisi OS yang bocor yang notabene rilis terlebih dulu sebelum jadwal resminya?
Pada skenario terburuk, kalau kalian memaksa menggunakan OS yang bocor, maka boleh jadi perangkat kalian akan rusak dan membuatnya tak dapat lagi dioperasikan. Kadang kesalahan kecil tersebut bisa memengaruhibootloader yang bahkan mengakibatkan komponen hardware tidak dapat berfungsi. Pada kasus smartphone, mungkin saja kalian tidak akan bisa reset ulang ponsel kalian lagi atau dalam kata lain ‘mati total alias matot’.

Akhir Kata

Jika kalian benar-benar ingin mencoba OS yang bocor di internet, maka ada alternatif agar tetap aman. Salah satunya adalah jangan download dan menginstalnya secara langsung melalui perangkat utama.
Namun, kalian bisa menggunakan yang namanya Virtual Machine, yakni sebuah software untuk menginstal banyak sistem operasi ke dalam perangkat dan sistem operasi yang sedang berjalan tanpa menganggukeseluruhan perangkat dan sistem utama. Dengan menginstal OS yang bocor di VM, kita bisa mengurangi kemungkinan adanya bug dan infeksi malware yang berbahaya.
Dan yang terpenting, kalian juga tetap harus berhati-hati saat mencoba download OS yang bocor tersebut. Tidak ada yang menjamin situs tersebut juga aman dari penyusupan malware.

Sumber:
JALANTIKUS

3 Risiko Mengerikan Jika Menginstall Sistem Operasi dari Internet

Newsral.com

Kalian mungkin sering mendengar adanya sistem operasi yang bocor duluan di internet, sebelum versi resminya rilis. Hal ini biasanya sering terjadi pada sistem operasi teranyar yang akan segera rilis. Namun, apakah sebenarnya aman untuk mencobanya dan menjalankan OS tersebut ke dalam perangkat kita?
Ya, mungkin saja keuntungan menggunakan OS yang bocor yakni kita bisa merasakan lebih dulu fitur-fiturnya sebelum kita membelinya. Namun, salah-salah kalian malah akan terjebak dengan masalah baru jika mencoba OS bocor. Karena berdasarkan fakta, OS bocor memiliki kerentanan pada masalah keamanan. Karena bisa jadi OS tersebut telah disusupi program jahat oleh seseorang yang membocorkannya. Berikut ini 3 risiko nyata saat download sistem operasi bocor. Simak yuk!

3 Risiko Mengerikan Jika Menginstall Sistem Operasi dari Internet

1. Keamanan Privasi


Ketika kita mengetahui ada seseorang yang membocorkan sebuah OS, maka yang harus kita lakukan adalah bertanya pada diri sendiri. Mengapa mereka melakukannya dan apa alasan mereka membocorkan OS tersebut? Kemudian kita harus memahami apa sebenarnya motif tersembunyi mereka melakukannya.
Menurut beberapa Tim Marketing perusahaan software, mengatakan bahwa terjadinya kebocoran sebenarnya sudah direncanakan sejak awal. Hal ini dilakukan demi membangun buzz dan perhatian publik mengenai perangkat lunak yang akan mereka beli nanti. Jika hal tersebut benar adanya, maka tidak ada salahnya jika calon pengguna mencoba sistem operasi yang dibocorkan tersebut, yang biasanya versi pra-rilis yang akan dibocorkan.
Tetapi kita juga tetap harus berhati-hati, karena ada kasus serupa di mana kebocoran sistem operasi diakibatkan oleh sekelompok orang yang tak bertanggung jawab, salah satunya adalah hacker. Seorang hacker mampu menerobos sistem keamanan perusahaan dan mendapatkan sumber OS, kemudian memodifikasinya lalu membocorkannya ke publik.
Dengan cara ini hacker akan lebih mudah untuk memata-matai aktivitas pengguna dan menjual data yang telah mereka raih ke pihak ketiga. Cara ini lebih familiar disebut sebagai botnet zombie, yakni mengubah PC kalian menjadi backdoor terbuka yang rentan disusupi oleh program-program jahat.

2. Terinfeksi Malware


Selain perangkat lunak yang rentan disusupi malware, ada risiko lain yang juga sama berbahayanya. Salah satunya adalah risiko saat download software melalui situs yang tidak terpercaya. Jika terdapat sistem operasi yang bocor di internet, tak hanya perangkat lunak saja yang berbahaya, namun situs tempat download juga bisa menjadi sarang bagi malware.
Sering kali kebanyakan pengguna internet tak sengaja mendapati ada malware di perangkat mereka. Hal ini tak lain disebabkan oleh usaha mereka untuk mendapatkan produk bajakan. Boleh jadi situs download tersebut aman, namun pengguna sering kali tak menyadari jika mereka sudah terserang oleh malware secara tak langsung.
Salah satu metode malware menyerang adalah ketika pengguna tak sengaja mengklik iklan berbahaya dan mengklik pertama kali pada software bajakan. Seketika itu juga perangkat pengguna akan terinfeksi oleh malware.

3. Kerusakan Hardware


Selain risiko keamanan privasi dan infeksi malware akibat menggunakan OS yang bocor, ada satu lagi yangperlu diwaspadai sebelum kalian ikut-ikutan mencobanya, yakni risiko kerusakan hardware. Loh kenapa? Karena kemungkinan terbesar adalah OS yang lebih dulu bocor tersebut belum seratus persen siap untuk digunakan.
Bahkan, OS yang telah rilis resmi pun membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melakukan pengujian dan persiapan, dan sering kali masih banyak terdapat bug dan sistem yang belum stabil. Nah, lalu bagaimana kondisi OS yang bocor yang notabene rilis terlebih dulu sebelum jadwal resminya?
Pada skenario terburuk, kalau kalian memaksa menggunakan OS yang bocor, maka boleh jadi perangkat kalian akan rusak dan membuatnya tak dapat lagi dioperasikan. Kadang kesalahan kecil tersebut bisa memengaruhibootloader yang bahkan mengakibatkan komponen hardware tidak dapat berfungsi. Pada kasus smartphone, mungkin saja kalian tidak akan bisa reset ulang ponsel kalian lagi atau dalam kata lain ‘mati total alias matot’.

Akhir Kata

Jika kalian benar-benar ingin mencoba OS yang bocor di internet, maka ada alternatif agar tetap aman. Salah satunya adalah jangan download dan menginstalnya secara langsung melalui perangkat utama.
Namun, kalian bisa menggunakan yang namanya Virtual Machine, yakni sebuah software untuk menginstal banyak sistem operasi ke dalam perangkat dan sistem operasi yang sedang berjalan tanpa menganggukeseluruhan perangkat dan sistem utama. Dengan menginstal OS yang bocor di VM, kita bisa mengurangi kemungkinan adanya bug dan infeksi malware yang berbahaya.
Dan yang terpenting, kalian juga tetap harus berhati-hati saat mencoba download OS yang bocor tersebut. Tidak ada yang menjamin situs tersebut juga aman dari penyusupan malware.

Sumber:
JALANTIKUS

No comments